Terkadang perjuangan dakwah ini begitu berat. Di tengah lingkungan yang sibuk dengan urusan duniawi dan masyarakat yang sekuler, tak jarang kita merasa begitu lelah dan sendirian. Ketika kawan-kawan seperjuangan satu persatu mundur teratur. Ditambah jika kita berjuang di negeri asing, di mana masyarakatnya tidak mengenal Islam dan materi menjadi Tuhan. Perasaan ini wajar, bahkan berkah dari Allah SWT agar kita selalu istiqomah dengan tujuan hidup ini dan nilai-nilai yang kita perjuangkan.

“Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Alloh dan rasul-Nya serta berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh memberikan keputusannya. dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”
(At-Taubah;24).
Yang harus diingat adalah apakah kita terjun dalam dakwah karena orang-orang yang sudah futur tadi atau karena Alloh? jika karena orang-orang tadi maka cepat atau lambat kita akan mengikuti jejak mereka. Namun jika karena Alloh maka seberat apapun beban dakwah yang didapat maka akan selalu teringat tujuan awal kita
Yang perlu dilakukan adalah meluruskan niat jika niat kita selama ini salah dan memperbarui niat jika niat kita selama ini kendur.
Berikutnya, disiplin dalam mengikuti halaqah (tarbiyah). Jika kita kurang semangat tarbiyah, cari tahu penyebabnya. Salah satu sebab orang bosan dengan tarbiyah adalah ketertutupannya sendiri.
Ketiga, charge iman kita dengan membaca buku-buku Islami dan aktif berdialog dengan ikhwah yang lain.
Keempat, bagikanlah ilmu yang telah kita dapat kepada orang lain. Ajaklah mereka mendekatkan diri pada Allah. Sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nahl ayat 125 yaitu: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik ….”.