Osiloskop adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajarihttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/76/Oscilloscope.jpg/220px-Oscilloscope.jpg Osiloskop dilengkapi dengan tabung sinar katode.[1] Peranti pemancar elektron memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode.[1] Sorotan elektron membekas pada layar.[1] Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan.[1] Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari.[1]
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b0/Lissajous_figures_on_oscilloscope_%2890_degrees_phase_shift%29.gif/220px-Lissajous_figures_on_oscilloscope_%2890_degrees_phase_shift%29.gif
http://bits.wikimedia.org/skins-1.19/common/images/magnify-clip.png
Osiloskop untuk mengukur beda fase gelombang
                    Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait.[2]
                  Semua alat ukur elektronik bekerja berdasarkan sampel data, semakin tinggi sampel data, semakin akurat peralatan elektronik tersebut. Osiloskop, pada umumnya juga mempunyai sampel data yang sangat tinggi, oleh karena itu osiloskop merupakan alat ukur elektronik yang mahal. Jika sebuah osiloskop mempunyai sampel rate 10 Ks/s (10 kilo sample/second = 10.000 data per detik), maka alat ini akan melakukan pembacaan sebanyak 10.000 kali dalam sedetik. Jika yang diukur adalah sebuah gelombang dengan frekuensi 2500Hz, maka setiap sampel akan memuat data 1/4 dari sebuah gelombang penuh yang kemudian akan ditampilkan dalam layar dengan grafik skala X
Osiloskop (Gambar 1) merupakan alat ukur dimana bentuk gelombang
sinyal listrik yang diukur akan tergambar pada layer tabung sinar katoda.
Gambar 1. Osiloskop
                Tujuan : untuk mempelajari cara penggunaan serta kegunaan osiloskop.
Pengetahuan tentang osiloskop sangatlah penting karena instrumen ini akan
terus digunakan pada praktikum Dasar-Dasar Akustik, Akustik Kelautan,
Dasar-dasar Instrumentasi dan Instrumentasi Kelautan serta Teknik Deteksi
Bawah Air. Dengan praktikum ini akan dapat dipahami fenomena
gelombang sinus, istilah-istilahnya serta prinsip superposisi gelombang
sinus.
 
Gambar 2. Peralatan Pada Praktikum Dasar-Dasar Akustik Kelautan
Diagram bloknya dilihat pada Gambar 3 sebagai berikut: Gambar 3. Blok Diagram Osiloskop.

GambarGambar 3. Blok Diagram Osiloskop.

Gambar 3. Blok Diagram Osiloskop.
Gambar 4. Sinyal sweep dan blanking.
- Generator “time base” menghasilkan tegangan “sweep” berbentuk gigi gergaji, yang
dihasilkan oleh suatu multivibrator untuk diberikan pada pelat defleksi X
- Dari bentuk tegangan sweep ini dapat terlihat bahwa simpangan horizontal pada
layar akan bergerak dari kiri ke kanan secara linier, kemudian dengan cepat kembali
lagi ke kiri.
- Pergerakan berlangsung berulang kali sesuai dengan frekuensi dari sinyal generator
time base ini
- Gambar yang diinginkan diperoleh pada layar, hanyalah yang terjadi pada saat
pergerakan dari kiri ke kanan (“rise periode”)
- Gambar yang ingin diperoleh pada layar, hanyalah yang terjadi pada saat pergerakan
dari kanan ke kiri (“fly back period”) harus ditiadakan, karena hanya akan
mengacaukan pengamatan
- Untuk dapat memadamkan intensitas gambar selama periode “fly back” ini, maka
pada kisi tabung sinar katoda diberikan sinyal “blanking
Gambar 5. Blok diagram dual trace osiloskop.
- Dengan pertolongann suatu saklar elektronik dapat diamati dua sinyal sekaligus
pada layar
- Saklar elektronik ini mengatur kerja dari pre amplifier A dan B secara bergantian
seiring dengan sinyal dari generator time base
- Saklar elektronik tak akan bekerja, bila hanya satu kanal saja yang dipergunakan
Penggunaan Osiloskop
Mengukur Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-balik
- Kesalahan yang mungkin timbul dalam pengukuran tegangan, disebabkan oleh
kalibrasi osiloskop, pengaruh impendansi input, kabel penghubung serta gangguan
parasitik
- Untuk mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh impedansi input, dapat
digunakan probe yang sesuai (dengan memperhitungkan maupun dengan kalibrasi
dari osiloskop)
- Besar tegangan sinyal dapat langsung dilihat dari gambar pada layar dengan
mengetahui nilai volt/div yang digunakan
- Osiloskop mempunyai impedansi input yang relative besar, jadi dalam mengukur
rangkaian dengan impedansi rendah, maka impedansi input osiloskop dapat
dianggap oleh circuit (impedansi input osiloskop CRC 5401,1 M ohm parallel
dengan 30 pF).
Mengukur Beda Fasa
Pengukuran beda fasa antar dua buah sinyal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- dengan osiloskop “dual trace”
- dengan metoda “lissajous”
Dengan Osiloskop Dual Trace
- Sinyal pertama dihubungkan pada kanal A, sedangkan sinyal kedua dihubungkan
pada kanal B dari osiloskop
Gambar 6. Osiloskop Dual Trace.
Mengukur Beda Fasa
             Pengukuran beda fasa antar dua buah sinyal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- dengan osiloskop “dual trace”
- dengan metoda “lissajous”
Gambar 7. Osiloskop dual trace.
Dengan Metoda Lissajous
- Sinyal pertama dihubungkan pada input Y, dan sinyal kedua dihubungkan pada
input X osiloskop.
Gambar 8. Metode Lassajous.
Cara Melakukan Percobaan
                    Pelajarilah lebih dahulu fungsi tombol-tombol pada osiloskop. Perhatikanlah, selama
melakukan percobaan, tombol-tombol (potensio): “Volt/div” dan “gain x ampl” harus
pada kedudukan kalibrasi (Etal”)
Gambar 9. Skema Tampilan Osiloskop.
Beberapa tombol pengatur yang penting:
- Intensitas: mengatur intensitas (“keterangan”) cahaya pada layar. Sebaiknya dijaga
agar tombol intensitas ini tidak pada kedudukan maksimum
- Focus : mengatur ketajaman gambar yang terjadi pada layar
- Horizontal dan Vertikal: mengatur kedudukan gambar dalam arah horizontal dan
vertikal
- Volt/Div (atau Volts/cm), ada 2 tombol yang konsentris. Tombol ditempatkan pada
kedudukan maksimum ke kanan (searah dengan jarum jam) menyatakan osiloskop
dalam keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. Kedudukan tombol di luar menyatakan
besar tegangan yang tergambar pada layar per kotak (per cm) dalam arah vertikal
- Time/Div (atau Time/cm), ada 2 tombol yang konsentris. Tombol di tengah pada
kedudukan maksimum ke kanan (searah dengan jarum jam) menyatakan osiloskop dalam
keadaan terkalibrasi untuk pengukuran. Kedudukan tombol diluar menyatakan
factor pengali untuk waktu dari gambar pada layar dalam arah horizontal
- Sinkronisasi: mengatur supaya pada layar diperoleh gambar yang tidak bergerak
- Slope: mengatur saat trigger dilakukan, yaitu pada waktu sinyal naik (+) atau pada
waktu sinyal turun (-)
- Kopling: menunjukan hubungan dengan sinyal searah atau bolak-balik
- Trigger “Ext” atau “Int”:
“Exit” : Trigger dikendalikan oleh rangkaian di luar osiloskop. Pada
kedudukan ini fungsi tombol “sinkronisasi”, “slope” dan “kopling”
tidak dapat dipergunakan
“Int” : trigger dikendalikan oleh rangkaian di dalam osiloskop. Pada
kedudukan ini fungsi tombol “simkronisasi”, “slope” dan “kopling”
dapat dipergunakan
Pelajarilah cara pemakaian osiloskop lebih dahulu (bertanyalah kepada asisten
saudara)
Tuliskan tipe osiloskop yang saudara pergunakan, spesifikasinya; tombol-tombol serta
fungsinya pada tabel-1 dan tabel –2.
Tuliskan tipe dan spesifikasi generator fungsi yang dipergunakan pada tabel
Kalibrasi
- Hubungkan output kalibrator dengan input Y osiloskop
- Ukur tegangan serta periodanya untuk beberapa harga “Volt/Div” dan “Time/Div”
- Lakukan percobaan ini untuk kanal A dan kanal B dan isikan ke tabel
- Bandingkan hasil pengukuran dengan harga kalibrator sebenarnya
Mengukur Tegangan
Tegangan Searah
- Atur tegangan output dari sumber daya searah sebesar 2 Volt (diukur dengan
multimeter)
- Kemudian ukur besar tegangan ini dengan osiloskop
- Isilah tabel-5
Tegangan Bolak-balik
- Atur generator sinyal pada frekuensi 1 KHz gelombang sinus, dengan tegangan
sebesar 2 Volt rms diukur dengan multimeter
- Kemudian ukur tegangan ini dengan osiloskop
- Isilah table
Pengukur Beda Fasa
- Atur generator sinyal pada frekuensi 1 KHz gelombang sinus, dengan tegangan
sebesar 2 Volt peak to peak
- Hubungkan generator sinyal ini dengan input rangkaian penggeser fasa pada kit
praktikum (rangkaian RC)
- Ukur beda fasa antar sinyal input dan output rangkaian penggeser fasa dengan
menggunakan
a. Osiloskop “Dual Trace”
b. Metoda Lissajous
Amatilah untuk beberapa kedudukan potensio R (tanyakan pada asisten)
Mengukur Frekuensi
- Gunakan keluaran dari osilator
- Ukur frekuensi osilator f1, f2 dan f3 dengan menggunakan
o Cara langsung
o Cara Lissajous


Mengukur Faktor Penguatan
- Gunakan bagian “Penguat / Amplifier” di kit praktikum, menggunakan input sinus
10 KHz; 2 Vpp dari Generator Fungsi.
- Ukur penguatan (Vo/Vi) dari sinyal di input ke output menggunakan:
o Cara langsung
o Dengan osiloskop dual-trace
TAPIS LOLOS TINGGI (High Pass Filter)
Tujuan : mempelajari rangkaian tapis lolos tinggi, dapat memplot grafik
tanggapan frekuensi dan pergeseran fase sehingga akhirnya dapat
disimpulkan bahwa tapis lolos tinggi merupakan rangkaian yang hanya
dapat melewatkan sinyal dengan frekuensi tinggi.
TAPIS LOLOS RENDAH (Low Pass Filter)
Tujuan : mempelajari tapis lolos rendah, dapat memplot grafik
tanggapan frekuensi dan pergeseran fase sehingga akhirnya dapat
disimpulkan bahwa tapis lolos rendah merupakan rangkaian yang hanya
dapat melewatkan sinyal dengan frekuensi rendah.
PENYEARAH SETENGAH GELOMBANG
Tujuan : untuk mempelajari karakteristik rangkaian penyearah fase
tunggal dengan menggunakan sebuah diode semikonduktor. Hal ini
menjadi penting karena dalam pengoperasian instrumen biasanya
diperlukan sumber tegangan searah dengan menggunakan penyearah
semikonduktor. Penyearah yang akan dipelajari pada eksperimen ini
hanyalah penyearah setengah gelombang untuk mengubah arus
bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).
PENYEARAH GELOMBANG PENUH
Tujuan : mempelajari karakteristik rangkaian penyearah fase tunggal
dengan menggunakan dua buah diode semikonduktor. Dalam
pengoperasian piranti elektronika biasanya diperlukan sumber tegangan
searah dengan menggunakan penyearah semikonduktor. Penyearah
yang akan dipelajari di sini hanyalah penyearah gelombang penuh untuk
mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC).










RUMUS OSCILOSCOPE
http://sasandoo.files.wordpress.com/2011/03/osc.jpg?w=300&h=180
Gb. Tampilan Panel Osiloscope
http://sasandoo.files.wordpress.com/2011/03/probe.jpg?w=630
Gb. Cara Kalibrasi Osiloscope
( Ch 1 Di Hubungkan Ke CAL )

              Oscilloscope adalah Alat Ukur yang mana dapat menunjukkan kepada Anda ‘Bentuk’ dari sinyal listrik dengan menunjukkan Grafik dari Tegangan terhadap Waktu pada layarnya. Itu seperti layaknya voltmeter dengan fungsi kemampuan lebih, penampilan tegangan berubah terhadap waktu.Sebuah graticule setiap 1cm grid membuat anda dapat melakukan pengukuran dari tegangan dan waktu pada layar (screen).
            Sebuah Grafik, biasa disebut Trace / Jejak, tergambar oleh pancaran electron menumbuk lapisan phosphor dari layar menimbulkan pancaran cahaya, biasanya berwarna hijau atau biru. Ini sama dengan penggambaran pada layar televisi.
Sebuah Oscilloscope Dual Trace dapat menampilkan Jejak Rangkap / Dua pada layarnya, Untuk Mempermudah Pembandingan Sinyal Input dan Output dari sebuah Amplifier sebagai contohnya.
Sebelum kita menggunakan Osiloscope terlebih dahulu kita Cek Ketepatan Dari Osiloscope tersebut ( KALIBRASI ).
Cara PengKALIBRASIan Osiloscope :
1. Jangan Lupa Probe / Kabel Penghubung kita Masukan Ke Input ( Chanel 1 / Chanel 2 )
2. Hidupkan Power Osiloscope.
3. Atur Intensitas Cahaya & Fokus-nya Biar Gambar Pada Osiloscope Enak DiLihat.
4. Volt/Div & Time/Div-nya DiAtur Juga Biar Dalam PengKALIBRASIan Dapat DiHitung.
5. Kemudian Salah satu ujung probe ( Probe Ch 1 atau 2 ) kita hubungkan pada tempat Calibrasi ( Biasanya tertulis CAL )
6. Setelah gambar gelombang ( Biasanya Gelombangnya Berbentuk Gelombang Kotak ) telah tampil pada layar Osiloscope baru dapat kita hitung Frekuensi & Volt Peak to Peak dengan rumus dibawah ini.
1. MENGHITUNG FREKUENSI :
             Untuk Menghitung Frekuensi Gelombang Pada Tampilan Layar Osiloscope, Kita Harus Mengetahui Dulu Periodenya Berapa?Baru Dapat menghitung Frekuensinya.Dengan Rumus Sbb:
PERIODE : T = Div Horisontal x Time/Div
FREKUENSI : F = 1/T

2. MENGHITUNG TEGANGAN PUNCAK KE PUNCAK :
                Untuk Menghitung Tegangan Puncak Ke Puncak ( Vpp ) Jangan Lupa Kita Harus Mengetahui Skala Pada Volt/Div Nya Dulu Berapa Volt & Juga Tegangan Puncak Ke Puncaknya Berapa Div ( Div Vertikal ).Untuk Menghitung Vpp Kita Gunakan Rumus Sbb :
VOLT PEAK TO PEAK : Vpp = Div Vertikal x Volt/Div
Fungsi Dari Tiap-Tiap Tombol Pada Osiloscope :
1. POSITION : Untuk mengatur posisi berkas signal arah vertical untuk channel 1.
2. DC. BAL : Untuk menyeimbangkan DC vertical guna pemakaian channel 1(atau Y ), Penyetelan dilakukan sampai posisi gambar diam pada saat variabel diputar.
3. INPUT : Terminal masukan pada saat pengukuran pada CH 1 juga digunakan untuk Kalibrasi. 4. AC ? GND ? DC Posisi AC = Untuk megukur AC, objek ukur DC tidak bisa diukur melalui Posisi ini, karena signal DC akan terblokir oleh kapasitor. Posisi GND = Terminal ini terbuka dan berkas merupakan garis nol/lived nol. Posisi DC = Untuk mengukur tegangan DC dan masukan-masukan yang lain.
5. VOLT/DIV : Sakelar putar untuk memilih besarnya tegangan per cm (volt/div) pada layar CRT, ada II tingkat besaran tegangan yang tersedia dari 0,01 v/div s.d 20V/div
6 VARIABLE : Untuk mengontrol sensitifitas arah vertical pada CH 1 (Y). pada putaran maksimal Ke arah jarum jam (CAL) gunanya untuk mengkalibrasi mengecek apakah Tegangan 1 volt tepat 1 cm pada skala layar CRT.
7. MODE (CH 1, CH 2, DUAL, ADD, SUB) CH 1 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 1, maka posisi switch pada CH 1 dan berkas yang nampak pada layar hanya ada satu. CH 2 : Jika signal yang diukur menggunakan CH 2, maka posisi switch pada CH Article Source: Forum Komunitas Teknisi Ponsel Indonesia Pengenalan Perangkat Osiloscope2 dan berkas yang nampak pada layar hanya satu. DUAL : Yaitu suatu posisi switch apabila hendak mengunakan CH 1 dan CH 2 Secara bersamaan, dan pada layar pun akan tampak dua berkas. ADD : Bentuk gelombang dari kedua channel masukan yang dapat dijumlahkan Secara aljabar dan penjumlahannya dapat dilihat dalam bentuk satu Gambar. SUB : Masukan dengan polaritas terbaik pada CH 2, ditambah masukan CH 1, Maka perbedaan secara aljabar akan tampak satu gambar pada layar. Article Source: Forum Komunitas Teknisi Ponsel Indonesia Pengenalan Perangkat Osiloscope Apabila CH 1 tidak diberi signal masukan, maka bentuk gelombang Dengan polaritas terbaik dari channel 2 akan tampak.
8. LED PILOT LAMP : Lampu indicator untuk power masuk, apabila switch ILLUM diputar ke on.
9. ILLUM : Bila diputar berlawanan jarum jam maksimum, maka power AC akan mati dan jika Ke kanan, maka power AC akan masuk dengan ditandai LED pilot lampu menyala.
10. INTENSITY : Untuk mengatur gelap atau terangnya berkas sinar supaya enak pada penglihatan. Diputar ke kiri untuk memperlemah sinar dan apabila diputar ke kanan akan membuat terang
11. FOCUS : Untuk memperkecil/menebalkan berkas sinar atau garis untuk mendapatkan Gambar yang lebih jelas.
12. ASTIG : Pengaturan astigmatisma adalah untuk memperoleh titik cahaya yang lebih baik Ketika menyetel FOCUS
13. EXT-TRIG : Terminal dari sinkronisasi eksternal tegangan eksternal yang lebih dari IV peak To peak harus menggunakan switch SOURCE di set pada posisi EXT.
14. SOURCE : Sakelar dengan tiga posisi untuk memilih tegangan sinkronisasi. CH 1 : Huruf akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 1. Jika menggunakan CH 1 hendaklah switch source ditetapkan pada CH 1. CH 2 : Sweep akan sinkron dengan masukan gelombang dari CH 2. apabila Menggunakan CH 2 hendaknya switch source diletakkan pada CH 2. Sweep CH 1 dan CH 2 akan sikron pula pada saat menggunakan DC/AC. EXT : Sweep akan sikron dengan masukan signal dari luar melalui Terminal EXT + TR 16 (19).
15. SYNC : Sakelar pemisah sinkronisasi. 15. LEVEL; Meengontrol sync level adalah mengatur phase sync untuk menentukan bentuk titik awal gelombang signal.
16. PULL AUTO Dengan mencabut pemutar level sweep akan sedikit terganggu.bentuk gelombang – tidak diam selama tidak menggunakan signal trigger,yang nampak hanyalah garis lurus dan ini akan terjadi bila signal teriger masuk.
17 POSITION. Untuk menyetel kekiri dan kekanan berkas gambar ( posisi arah horizontal) Switch pelipat sweep dengan menarik knop ,bentuk gelombang dilipatkan 5 Kali lipat kearah kiri dan kearah kanan usahakan cahaya seruncing mungkin.
18. SWEEP TIME /DIV; Yaitu untuk memilih skala besaran waktu dari suatu priode atau pun square trap Cm (div ) sekitar 19 tingkat besaranyang tersedia terdiri dari 0,5 s/d 0,5 second.pengoperasian X-Y didapatkan dengan memutar penuh kearah jarum jam.perpindahan Chop-ALT-TVV-TVH.secara otomatis dari sini.Pembacaan kalibrasi sweep time/div juga dari sini dengan cara variabel diputar penuh se arah jarum jam.
19. VARIABEL; Digunakan untuk menyetel sweeptime pada posisi putaran maksimum arah jarum jam. ( CAL ) tiap tingkat dari 19 posisi dalam keadaan terkalibrasi .
20. CAL IV PP Yaitu terminal untuk mengkalibrasi voltage frequency chanel 1 dan chanel 2 Dimana untuk frequency 1 Khz tegangan harus 1 volt P-P.
21. AC VOLTAGE SELECTOR ; Untuk menyetel tegangan listrik 110 Volt atau 220 Volt.
22. INT MOD Teminal intensitas Brightness



OSILOSKOP
Osiloskop berguna untuk: melihat tingkah laku tegangan gelombang secara visual, ada beberapa jenis tegangan gelombang yang akan diperlihatkan pada layar monitor osiloskop .
1) Gelombang sinusoida
2) Gelombang blok
3) Gelombang gigi gergaji
4) Gelombang segitiga.
Untuk dapat menggunakan osiloskop, harus bisa memahaami tombol-tombol yg ada pada pesawat perangkat ini,seperti telah diutarakan diatas. Secara umum osiloskop hanya untuk circuit osilator ( VCO ) disemua perangkat yg menggunakan rangkaian VCO. Walau sudah berpengalaman dalam hal menggunakan osiloskop, kita harus mempelajari tombol instruksi dari pabrik yg mengeluarkan alat itu.
Untuk mengukur: Volt dari (tiap jenis tegangan gelombang.)
Besaran gelombang frequency
Betuk gelombang frequency.
W a k t u ( time )
F a s a Tegangan tinggi maksimum
Tegangan tinggi minimum.
Lengkung dan cacat modulasi ( audio )
Cara menghitung frequency tiap detik.
Dengan rumus sbb ;
F = 1/T
F = freq
T = waktu

Untuk menggunakan osiloskop haruslah berhati-hati, bila terjadi kesalahan sangat fatal akibatnya?.

* ) Instruksi Kerja Pengkalibrasian Osiloscope :
Masukan Kabel Power Pada Socket In Put 220 V Yang Terdapat Pada Bagian Belakang Osiloscope.
Masukan Socket Probe Osiloscope Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ).
Masukan Kabel Power ( Steker ) Pada Stop Kontak.
Atur MODE Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ).
Atur COUPLING Pada AC / DC & SOURCE Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ).
Hidupkan Osiloscope Dengan Menekan Tombol Power & Lampu Indikatorpun Akan Menyala.
Kalau Di Layar Osiloscope Belum Ada Tampilan Garis Horisontal Maka Atur HOLDOFF Pada Posisi AUTO & Pada LEVEL Tombol LOCK Di Tekan.
Setelah Ada Tampilan Garis Horisontal Pada Layar Osiloscope Atur Focus & Intensitas Cahaya Agar Tampilan Gelombang Enak Di Lihat.
Hubungkan Ujung Probe Osiloscope Pada Calibrasi ( CAL ), Maka Pada Layar Akan Tampil Gambar Gelombang ( Gelombang Kotak ).
Atur Posisi Vertikal & Horisontal Gelombang Agar Mudah Dalam Melakukan Penghitungan ( Perioda, frekuensi & Volt Peak to Peak ) Untuk PengKalibrasian Osiloscope.
Atur Volt / Div Pada Posisi 1 V & Time / Div Pada 0,5 mS ( .5 mS ).
Tinggi Gelombang Harus 2 Div Karena Pada Kalibrasi Tercatat 2 Vpp, Kalau Tidak Sampai 2 Vpp Atur Variable Pada Chanel 1 ( X ) atau Chanel 2 ( Y ) Untuk Mengatur Tinggi Gelombang Agar Mencapai 2 Vpp.
Panjang 1 Gelombang Penuh Harus 2 Div Horisontal.
Untuk Menghitung Perioda Menggunakan Rumus :
T = Div Horisontal x Time / Div
= 2 Kotak x 0,5 mS
= 2 x 0,5 . 10-3
= 1 . 10-3 S
Untuk Menghitung Frekuensi Menggunakan Rumus :
F = 1
T
= 1
1 . 10-3
= 1000
1
= 1000 Hz ( 1 KHz )
Untuk Menghitung Volt Peak to Peak Menggunakan Rumus :
Vpp = Div Vertikal x Volt / Div
= 2 Kotak x 1 V
= 2 Vpp
Karena Pada Kalibrasi ( CAL ) Tertulis 2 Vpp & 1 KHz Maka Untuk Penghitungan Di Atas Menandakan Osiloscope Sudah Sesuai Dalam Pengkalibrasian.
Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat inspeksi, alat pengukuran dan alat pengujian.
Tujuan kalibrasi
• Menentukan deviasi (penyimpangan) kebenaran nilai konvensional penunjukan suatu instrumen ukur.
• Menjamin hasil-hsil pengukuran sesuai dengan standar Nasional maupun Internasional.
Manfaat kalibrasi
Menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai dengan spesefikasinya

  •